Jalan-Jalan ke Cheddar Village, Inggris

Cheddar village
Spread the love

Saat mengunjungi kawan saya yang tinggal di Bath, England, saya dan mister McK berencana untuk melakukan sedikit roadtrip ke beberapa daerah di sekitar Bath. Salah satunya adalah Cheddar Village yang memang terkenal dengan pemandangannya yang luar biasa cantik. Dibantu oleh kawan saya, kami mematangkan rencana berkendara dari England ke Wales. agen maxbet

Saat memandang peta Inggris, teman saya tiba-tiba mengusulkan agar kami mampir ke desa Cheddar, yang merupakan desa di mana keju cheddar berasal. Saya terkejut, tidak pernah menyangka bahw keju yang saya konsumsi hampir setiap hari itu ternyata berasal dari sebuah desa di England. Terus terang, saya pikir cheddar itu nama jenis keju, bukan nama sebuah tempat!

20120828-090911.jpgTerletak di county Somerset, hampir 3 jam dari London, desa Cheddar hanya dihuni sekitar 5 ribu penduduk (ha! Pengunjung di satu shopping mall di Jakarta saja barangkali bisa 5 ribu orang ya). Dan posisinya berada di sebelah selatan perbukitan Mendip, yang tingginya sekitar 140 meter. Untuk menuju ke desa Cheddar kami harus menyetir melewati jalan yang agak mendaki, namun jalan utamanya sendiri cukup rata, dan kami memilih memarkir mobil di pinggir desa dan berjalan kaki ke pusat ‘kota’.

20120828-085753.jpg

20120828-085802.jpg

Tujuan Wisata di Cheddar Village

 

Desa yang super cantik ini memiliki satu tujuan wisata yang wajib dikunjungi: Cheddar Gorge. Saya agak bingung mencari definisi gorge dalam bahasa Indonesia. Gorge bisa dibilang seperti gua, atau lubang yang terbentuk di antara bukit, yang biasanya terbentuk akibat kikisan air sungai yang mengalir melewati bebatuan di antara perbukitan tersebut. bandar bola

20120828-101710.jpg
Photo credit: Cheddar Gorge

Nah, Cheddar Gorge sendiri memiliki 3 lokasi gua yang bisa kita kunjungi, namun yang paling terkenal adalah Gough’s Cave. Meskipun panjangnya lebih dari 2 kilometer dan kedalaman sekitar 90 meter, hanya sekitar 1 kilometer pertama saja yang dibuka untuk umum. Dan untuk mengitari 1 kilometer saja butuh waktu yang cukup lama untuk menyelesaikannya karena gua ini cukup licin dan lembab serta gelap.

20120828-085824.jpg

20120828-085830.jpg

20120828-085836.jpg

20120828-085843.jpg

Yang paling seru dari gua ini adalah kita bisa melihat puluhan cheese block yang disimpan di dalam gua! Bukan sekedar pajangan lho, itu memang keju beneran yang akan disimpan selama beberapa lama menunggu waktu matangnya dan kemudian akan dijual lebih mahal daripada keju cheddar “biasa” karena rasanya unik akibat cara penyimpanannya. Nggak percaya? Saya sempat mencoba rasa caved-matured cheese ini, dan hmmm, lezat sekali!

20120828-085808.jpg

Kami juga sempat mengunjungi toko bernama Cheddar Gorge Cheese Company yang tidak saja menjual keju asli cheddar. Mereka juga menunjukkan bagaimana proses pembuatan keju cheddar. Dari alat-alat tradisional saat kulkas belum ditemukan, sampai mesin modern yang memproses susu segar menjadi keju. Yang paling menarik adalah ruang di mana semua keju blok disimpan untuk menunggu proses matangnya (mature), karena baru kali itu saya melihat keju blok yang besarnya seperti ban mobil!

20120828-085853.jpg

20120828-085901.jpg

20120828-085906.jpg

20120828-085848.jpg

Tur tentu saja diakhiri di bagian toko yang menjual segala macam keju cheddar. Ada seorang ibu yang menyediakan sample keju gratis. Dan kami sempat mencicipi beberapa jenis keju yang dijual. Seperti cheddar stuffed with chili (keju pedas), cheddar smoked over oak (jadi rasanya agak smoky). Ada juga cheddar slosh with port (keju dengan rasa wine).

20120828-100533.jpg
Photo credit: Cheddar Gorge Cheese Company

Sayangnya kami hanya menghabiskan separuh hari di Cheddar Village. Karena harus melanjutkan perjalanan ke tujuan berikutnya. Kami tidak sempat menjelajah gua lebih dalam. Atau bisa juga mendaki 274 anak tangga menuju Lookout Tower untuk menikmati 360 derajat pemandangan dari Cheddar Gorge. Atau sekedar duduk lebih lama di salah satu cafe yang tersedia di pinggir jalan sambil menikmati scones dan clotted cream.

Sumber : keluar-negeri.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*